Kamis, 17 Maret 2016

materi 1 pengertian etika

Nama: fajar rafsyanjany
Kelas: 4ka22
Npm: 12112724
Pengertian Etika
A.    Pengertian ETIKA
Etika (tatakrama) merupakan kebiasaan yang benar dalam pergaulan. Kunci utama penerapan etika adalah memperlihatkan sikap penuh sopan santun, rasa hormat terhadap keberadaan orang lain dan mematuhi tatakrama yang berlaku pada lingkungan tempat kita berada.
i.        Pembagian Etika
Dalam kaitannya dengan nilai dan norma, kita menemukan 2 macam etika:
·         Etika deskriptif, berbicara mengenai fakta apa adanya, yakni mengenai nilai dan pola prilaku manusia sebagai suatu fakta yang terkait dengan situasi dan realitas konkrit yang membudaya
·         Etika normatif, berbicara mengenai norma-norma yang menentukan tingkah laku manusia, serta memberi penilaian dan himbauan kepada manusia untuk bertindak sebagaimana seharusnya berdasarkan norma-norma.
Perbedaannya adalah etika deskriptif memberi fakta sebagai dasar untuk mengambil keputusan tentang perilaku dan sikap yang   mau diambil sedangkan etika normatif memberi penilaian sekaligus memberi norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang diputuskan.
ii.      Sistematika Etika
Etika secara umum dapat dibagi menjadi 2 kategori:
·         Etika umum, berbicara mengenai kondisi-kondisi dasar bagaimana manusia bertindak secara etis, mengambil keputusan secara etis serta tolak ukur dalam menilai baik buruknya suatu tindakan.
·         Etika khusus, merupakan penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus. Penerapan seperti “bagaiman saya mengambil keputusan dan bertindak dalam bidang kehidupan dan kegiatan khusus yang lakukan yang didasari olah cara, teori dan prinsip moral dasar”
·         Etika individual, menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya sendiri
·         Etika sosial, berbicara mengenai kewajiban, sikap dan pola perilaku manusia sebagai anggota manusia  
iii.    Pendapat dan Aliran dalam Etika

Ø  Etika Deontology
Deontolgi berarti kewajiban (duty) maksudnya bahwa manusia ditekankan untuk berbuat baik. Menurut etika ini suatu tindakan dikatakan baik bukan nilai berdasarkan akibat atau tujuan baik dari tindakan itu, melainkan berdasarkan tindakan itu sendiri sebagai baik pada dirinya sendiri.
Menurut Immanuel Kant (1764 – 1804), kemauan baik harus dinilai baik pada dirinya sendiri terlepas dari apa pun juga. Dalam menilai seluruh tindakan kita, kemauan baik harus selalu dinilai paling pertama dan menjadi kondisi dari segalanya.
Ada 2 pokok yang ditekankan oleh Kant:
·         Tidak ada di dunia ini yang dianggap baik tanpa kualifikasi kecuali kemauan baik.
·         Tindakan yang baik adalah tindakan yang dijalankan demi kewajiban.

Ø  Etika Teleologis
Teori ini mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan tersebut.
Ada 2 aliran etika teleologis
·         Egoism
Menurut aliran yang dapat dinilai baik itu adalah sesuatu yang memberi mandaat bagi kepentingan diri, kepada vakunya. Sebab itu orang seperti ini disebut egoisme  
·         Utilitarianisme
Paham ini menilai baik dan tidaknya, susila atau tidak susilanya sesuatu, ditinjau dari segi kegunaan atau faedah yang didatangkannya.
Dikenalkan ada 2 jenis yaitu:
·         Utilisme Individual
Paham ini menganggap seseorang boleh bersikap sesuai dengan situasi yang menguntungkan dirinya. Jadi boleh berpura-pura hormat, bersikap menjilat asalkan perbuatan membwa keuntungan bagi individu 
·         Utilisme Sosial
Paham ini beranggapan demi  untuk kepentingan orang banyak tidak ada berdusta, tidak apa bermulut manis. Dipakai dalam kelangkaan politis atau diplomatik

B. PENGERTIAN PROFESI
Ø  Profesi adalah  pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untukmenghasilkan nafkah hidup dengan mengandalkan keahlian.
·         Mengandalkan suatu keterampilan atau keahlian khusus.
·         Dilaksanakan sebagai suatu pekerjaan atau kegiatan utama     (purna waktu).
·         Dilaksanakan sebagai sumber utama nafkah hidup.
·         Dilaksanakan dengan keterlibatan pribadi yang mendalam dalam melaksanakan keahliannya.
Ø  Ciri Khas Profesi
·         Adanya pengetahuan khusus, yang biasanya keahlian danketerampilan ini dimiliki berkat pendidikan, pelatihan danpengalaman yang bertahun-tahun.
·         Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. Didasari pada kode etik profesi.
·         Mengabdi pada kepentingan masyarakat, artinya setiap pelaksana profesi harus meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan masyarakat.
·         Ada izin khusus untuk menjalankan suatu profesi. Setiap profesi akan selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat, dimana nilai-nilai kemanusiaan berupa
·         keselamatan, keamanan, kelangsungan hidup dan sebagainya, maka untuk menjalankan suatu profesi harus terlebih dahulu ada izin khusus

Ø  Hal-hal  Yang  Penting  Dalam Profesi
·         Sebuah profesi mensyaratkan pelatihan ekstensif sebelum memasuki sebuah profesi;
·         Pelatihan tersebut meliputi komponen intelektual yang signifikan;
·         Tenaga yang terlatih mampu memberikan jasa yang penting kepada masyarakat
Ø  Syarat-syarat Utama Profesi :
·         Melibatkan kegiatan intelektual.
·         Menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus.
·         Memerlukan persiapan profesional yang alam dan bukan sekedar latihan.
·         Memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan.
·         Menjanjikan karir hidup dan keanggotaan yang permanen.
·         Mementingkan layanan  masyrakat di atas keuntungan pribadi.
·         Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.
·         Menentukan baku standarnya sendiri, dalam hal ini adalah kode etik.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar