Jumat, 21 November 2014

Kalimat efektif

KALIMAT EFEKTIF




  • Pengertian Kalimat Efektif
Kalimat efektif adalah kalimat yang mengungkapkan pikiran atau gagasan yang disampaikan sehingga dapat dipahami dan dimengerti oleh orang lain.
  • Kalimat efektif syarat-syarat sebagai berikut:
1.secara tepat mewakili pikiran pembicara atau penulisnya.
2.mengemukakan pemahaman yang sama tepatnya antara pikiran pendengar atau pembaca dengan yang dipikirkan pembaca atau penulisnya.
 PERKEMBANGAN ALINEA
 1. Paragraf deduksi

Deduksi berarti berfikir dari umum ke khusus. Paragraf ini penempatan kalimat topiknya selalu diawal.

Contoh:

Janji-janji yang disampaikan oleh calon presiden pada waktu kampanye pilkada (pemilihan kepala daerah) amat menarik. Pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme dikalangan pejabat daerah merupaan prioritas utama yang akan segera dilaksanakan untuk menjamin terselenggaranya pemerintahan daerah yang bersih dan berwibawa. Kesejahteraan petani, nelayan, dan buruh serta karyawan baik negeri maupun swasta akan ditingkatkan. Anggaran pendidikan pun akan dinaikkan sampai dua kali lebih besar dari pada anggaran sebelumnya. Gedung-gedung sekolah dan peralatannya akan diperbaharui dan ditambah. Selain itu, tidak akan ada lagi anak yang tidak mampu bersekolah karena SPP dan buku murid-murid SD/MI sampai SMA/MA yang berasal dari keluarga kurang mampu akan ditanggung oleh pemerintah daerah.

2. Paragraf Induksi

Paragraf yang pengembangannya dimulai dari pemaparan bagian-bagian kecil atau hal-hal yang konkret hingga sampai kepada suatu simpulan yang bersifat umum disebut paragraf induksi. Induksi berarti cara berfiikir dari khusus ke yang umum. Pada paragraf seperti ini penempatan kalimat topiknya berada diakhir paragraf.

Contoh:

Budi tinggal bersama ibunya yang telah menjanda disebuah rumah dekat masjid. Setelah ibunya meninggal, dia diajak ke rumah pamannya di sebuah perkampungan kumuh yang sangat jauh dari masjid. Anak-anak muda di kampung itu terkenal dengan kenakalannya dan mereka senang bergerombol di mulut-mulut gang sambil menenggak minuman keras dan mengganggu orang-orang yang lewat. Akhirnya Budi pun terpengaruh menjadi pemabuk dan suka berkelahi. Dia tidak segan-segan melukai seseorang ketika mabuk dan sering terlibat aksi tawuran antarkelompok remaja kampung itu. Kini Budi meringkuk dalam tahanan polisi, padahal dahulu ia seorang anak yang baik dan rajin shalat.

3.Paragraf Campuran

Dalam paragraf campuran penempatan kalimat topiknya di tengah paragraf. Paragraf ini di mulai oleh kalimat pengembang setelah kalimat atau kata transisi kalau ada. Setelah itu, kalimat topik di kembangkan lagi dan diakhiri oleh kalimat penegas kalau diperlukan.

Contoh:

Dia pandai bergaul dan menyesuaikan diri sehingga setiap orang amat suka bersahabat dengannya. Dalam berpakaian, dia tidak pernah mencari perhatian orang lain dan selalu menyesuaikan dengan lingkungan tempat dia tinggal. Dia pandai berhias diri tetapi tidak pernah memakai make up yang berlebihan. Pantas laila menjadi idaman setiap jejaka. Di samping itu,dia pun rajin mengaji dan tidak pernah meninggalkan shalat yang lima waktu atau tes yang sesuai dengan anjuran gurunya, prestasi setiap semesternya selalu meningkat dan sampai sekarang dia bertahan pada peringkat pertama dikelasnya.

4.Paragraf Perbandingan

Pengembangan Paragraf perbandingan dilakukan dengan cara membanding-bandingkan kalimat topik. Misalnya, kalimat topik mengenai hal yang bersifat abstrak dibandingkan dengan hal yang bersifat konkret dengan cara merinci perbandingan tersebut dalam bentuk yang konkret atau bagian bagian kecil.

Contoh:

Sifat orang jahat sama halnya dengan lalat. Lalat biasa hinggap di tempat-tempat yang kotor dan selalu makan makanan yang menjijikan. Kemana saja dia pergi pasti pasti membawa penyakit. Begitu juga orang jahat biasa tinggal di tempat-tempat maksiat dan biasa makan makanan yang diharamkan. Kemana pun dia pergi pasti bikin membuat keonaran yang meresahkan warga.

5.Paragraf Pertanyaan

Kalimat topik dalam paragraf pertanyaan berbentuk kalimat tanya dan kalimat-kalimat pengembangan dalam paragraf jenis ini juga biasa merupakan jawaban-jawaban atas pertanyaan tersebut.

Contoh:

Siapakah Osama Bin Laden itu? Dia seorang bangsa Arab anak pengusaha terkenal di negeri tersebut. Dia seorang politis Muslim yang menentang pemerintahan kerajaan yang di Arab, akibat pertentangannya dengan pemerintah negeri itu, dia lari ke Afganistan dan memimpin sebuah organisasi yang bernama Al-Qaeda. Selanjutnya, Dia dituduh Amerika Srikat sebagai dalang teroris Internasional yang menyerang dan menghancurkan Petagon dan WTC. Oleh karena itu , dia menjadi salah seorang daftar pencarian orang di Negara Amerika Serikat.

6.Paragraf Sebab-Akibat

Kalimat topik paragraf sebab-akibat merupakan sebab atau akibat peristiwa-peristiwa atau sifat objek yang dipaparkan dalam kalimat pengembang. Jika kalimat topiknya berupa sebab maka kalimat pengembangnya harus merupakan akibat dari sebab itu. Sebaliknya jika kalimat topiknya berupa akibat, kalimat pengembangnya harus merupakan sebab-sebab dari akibat itu. Contoh :

Pak Ahmad sangat telaten merawat tanamannya. Setiap petak sawah yang akan ditanami padi selalu diperiksa tingkat keasamannya. Kalau sudah diketahui tingkat keasamannya, beliau taburi kapur atau kalsit secukupnya dan dibiarkan beberapa hari sebelum diaduk. Ketika menanam, beliau selalu mengikuti aturan dari PPL (Penyuluhan pertanian) baik jarak dari rumpun ke rumpun maupun jumlah pohon yang ditanam pada setiap rumpun. Dalam hal pemupukan, selain menggunakan pupuk organik buatan sendiri, beliau juga menggunakan pupuk Urea,TSP,dan KCL dengan dosis sesuai dangan aturan. Setiap pagi beliau pergi ke sawah untuk mengairi tanaman padinya dengan air yang dialirkan dari irigasi. Hama-hamanya, baik hama tikus maupun ulat penggerek batang selalu diberantas. Selain itu, Pa Ahmad selalu berdoa agar hasil panennya melimpah. Maka tak mengherankan apabila panen padi pak Ahmad tahun ini sangat melimpah.

7. Paragraf Contoh

Paragraf contoh adalah pengembangan kalimat topik dalam sebuah paragraf dengan menggunakan contoh-contoh. Contoh-contoh itu dipakai untuk memperjelas maksud dalam kalimat topik.

Contoh :

Proses pengurusan surat-surat yang paling mudah ialah dengan cara “Menembak” atau ”Lewat belakang” (Tidak melalui prosedur yang berlaku). Contohnya waktu membayar pajak mobil, saya tidak mengurus sendiri, tetapi menyuruh calo yang biasa mangkal disana. Beresnya cepat sekali. Contoh lain waktu adik saya akan membuat SIM. Dia hanya memberikan uang da salinan KTP kepada calo lalu dia dipanggil untuk dipotret. Beberapa menit kemudian, SIM pun selesai. Selain itu waktu membuat akta kelahiran anak, saya hanya memerlukan waktu menunggu satu jam dengan cara memberi uang pelicin alakadarnya. Sementara itu, orang lain harus menunggu akta kelahiran anaknya beberapa jam setelah menyerahkan formulir karena tidak memberi uang pelicin.

8. Paragraf Perulangan

Pengembangan paragraf perulangan dilakukan dengan cara mengulang kata atau kelompok kata. Pengembangan paragraf perulangan juga bisa dilakukan dengan cara mengulang bagian-bagian kalimat yang penting. Contoh :

Ada kaitan yang kuat antara makan, hidup dan berpikir pada manusia. Setiap manusia perlu makan, makan untuk hidup. Hidup tidak hanya unuk makan. Akan tetapi hidup manusia mempunyai tujuan. Tujuan hidup berbeda-beda antara yang satu dengan yang lainya, tetapi ada persamaannya yakni salah satu diantaranya melangsungkan keturunan. Keturunan merupakan penerus bangsa yaitu generasi yang lebih baik dan tangguh. Tangguh menghadap segala tantangan dan rintangan. Rintangan dan tantangan membuat manusia berpikir. Berpikir bukan sembarang berpikir tetapi berpikir jernih utuk memecahkan berbagai persoalan hidup dan kehidupan (Taringan,1981:34).


9. Paragraf Definisi

Dalam paragraf definisi kalimat topiknya merupakan sesuatu pengertian atau istilah yang memerlukan penjelasan secara panjang lebar agar maknanya mudah dipahami oleh pembaca. Alat untuk memperjelas pengertian itu ialah kalimat pengembang.

Contoh :

Sosiolinguistik adalah ilmu antardisipliner yakni sosiologi dan lingustik. Sosiologi adalah kajian yang objektif dan ilmiah bagi manusia didalam masyarakat. Linguistik adalah ilmu tentang bahasa. Sosiolinguistik merupakan subdisiplin ilmu bahasa yang mempelajari faktor-faktor sosial yang berperan dalam penggunaan bahasa dalam pergaulan sosial. Sosiolinguistik mengkaji bahasa dan pemakaiannya dalam sosial budaya. Selain itu, sosiolinguistik dalam pengembangan subsidang linguistik memfokuskan penelitian pada variasi ujaran dalam konteks sosial. Berdasarkan keterangan diatas, dapat disimpulkan bahwa: “Sosiolinguistik adalah cabang ilmu linguistik yang bersifat interdisipliner dengan sosiologi dengan penelitian hubungan antara bahasa dengan faktor-faktor sosial didalam suatu masyarakat”.

10. Paragraf Deskriptif

Kalimat topik dalam paragraf deskriptif tidak tersurat seperti pada paragraf-paragraf yang lain. Kalimat topik paragraf ini tersirat pada semua kalimat pengembang. Kita akan mengetahui kallimat topik setelah selesai membaca paragraf karena kalimat topik paragraf deskriptif merupakan simpulan semua paparan dalam paragraf.



Contoh :

Waktu itu jam 16.00, wasit mulai membunyikan peluitnya tanda pertandingan dimulai. Kedua kesebelasan sibuk mengatur strategi untuk menyerang dan mempertahankan gawangnya dari serangan lawan. Permainan cukup seru karena kedua keebelasan kekuatan dan semangatnya cukup seimbang. Penonton bersorak-sorai mendukung kesebelasan kesayangannya masing-masing. Tidak lama kemudian, salah satu kesebelasan ada yang “merobek gawang” lawannya. Pendukung yang menang mengejek habis-habisan kesebelasan yang kalah sampai mengeluarkan kata-kata “kotor”. Pendukung yang kalah merasa tidak enak sehingga terjadilah pertengkaran antarpendukung kesebelasan. Bukan hanya berperang mulut, melainkan juga mereka saling melempar dan berkelahi. Akhirnya, sebelum pertandingan selesai, wasit terpaksa membunyikan peluit panjangnya tanda pertandingan berakhir.
SOMEDAY
Hari-hari merupakan hitam putih sesekali terselip abu. Umpama tembakau dalam kemasan petang, kunikmati selingan kelabu yang menggelayuti mau sebelum datang merah.
Kau mengetuk pintu dan kubiarkan masuk lewat jendela. Pintu terlalu lapang saat terbuka -mengaburkan asap yang ingin kujaga baunya dalam kubusku.
Demi kelayakan predikat, kubagi sesesap jujur padamu yang masuk lewat jendela berkarat. Kepulannya merasuki celah yang rahasia, kenapa kau buka pintu?
Jadi teringat pendapat seorang teman yang mengatakan bahwa puisi adalah bentuk seni yang paling subjektif. Berbeda dengan lakon, tari atau lukisan, puisi tidak dapat dinilai secara visual. Berhubung ia lebih banyak bermain di ranah rasa dan emosi, tidak seperti cerpen atau novel yang dapat ditelusuri narasi, plot dan karakter tokoh-tokohnya, maka penilaian terhadap bagus tidaknya sebuah puisi cenderung menjadi ambigu. Menuruku, kedua puisi tulisan Pringadi Abdi dan Andi Gunawan adalah contoh puisi yang bagus. Pemilihan diksi yang menarik: Hari-hari merupa hitam putih sesekali terselip abu (Kau Gemakan Laguku Saat Jendela Terbuka); kenapa abu, bukannya kelabu? Kupikir abu, selain mewakili warna, juga merupa sebagai abu dari sisa pembakaran, yang ternyata tepat sekali disambung dengan kalimat berikutnya: Umpama tembakau dalam kemasan petang. Atau rima yang manis sekali di puisi Sajak Cinta Buat Nda: di palembang, nda. di palembang.// burung-burung tidak lagi kepingin terbang, udara//dingin menusuk tulang, dan syalmu menanti. Kata-kata berakhiran ‘g’ dalam palembang, burung, terbang dan tulang, terbaca ritmis meski tidak selalu disandingkan menjadi kata terakhir di baris. Pengulangan kata di palembang, di palembang, adalah penekanan lokasi yang disambung dengan gambaran jembatan ampera di bait terakhir yang berhasil membawa kita ke dalam perjalanan cinta nda dengan si penyair.
Kalaupun ada yang tidak sependapat dengan apresiasiku dalam menilai kedua puisi di atas, silakan saja. Rasa memang tidak dapat dipaksa. Tapi kalau ada yang menilai semua puisi di Kompasiana adalah karya sampah dan tidak ada yang bagus, ini sama saja dengan orang buta yang memegang kaki seekor gajah lalu berasumsi bahwa dia telah menjelajahi dan mengerti keseluruhan fisik dari gajah.
Terakhir, saya percaya puisi yang ditulis dari hati yang jujur hasilnya akan jauh lebih bagus daripada puisi yang hanya berkutat di seputaran diksi dan teori kepenulisan saja. Puisi tersebut akan terlihat keren, tapi kosong. Jadi, wahai penulis puisi, gunakan diksimu segila-gilanya, seliar-liarnya, dan menulislah dari hati.


lingkungan

LINGKUNGAN SAAT INI
   
        Awalnya aku berpikir mengapa dunia ini semakin tidak bersahabat, banyak terjadi bencana alam yang merugikan semua makhluk hidup dan bukan hanya manusia saja melainkan tumbuhan dan juga hewan. Namun pada akhirnya aku mengerti juga apa yang menyebabkan dunia ini menjadi tidak bersahabat dan tidak sedap dipandang.
        Banyak sekali sampah yang berserakan dilingkungan – lingkungan sana , bahkan dilingkungan sekitarku pun banyak terlihat sampah – sampah maupun daun – daun yang berserakan. Lalu siapakah yang akan disalahkan atas semua ini? Sesama manusia antara satu dengan yang lainnya akan saling menyalahkan apabila  bencana alam mulai menerpa, misalnya saja banjir. Mereka akan saling menyalahkan tanpa memikirkan bahwa apa yang telah terjadi adalah akibat dari perbuatan kita semua.
        Pohon yang ditebang dengan sembarangan guna mencapai keuntungan yang banyak merupakan hal yang biasa dinegara ini sehingga negara inipun menjadi seperti ini. Bukan hanya itu, hutan – hutan yang seharusnya digunakan untuk penyerapan air digunakan untuk membangun perumahan guna untuk mencapai keuntungan, semua demi keuntungan. Namun mereka tidak memikirkan apa yang akan terjadi pada dunia ini.
        Ketika  banjir besar datang melanda banyak yang mengungsi, menderita kelaparan, menderita sakit penyakit, kekurangan air bersih dan negaraku ini Indonesia yang dianggap sudah merdeka pun semakin kacau. Rakyat banyak yang menderita akibat bencana alam ini.
        Pelestarian untuk bumi inipun sudah tidak ada lagi. Kegiatan gotong royong yang dulu banyak dilaksanakan di perdesaan pun sudah jarang ditemukan di desa, apalagi di perkotaan, mereka semua sibuk dengan usaha dan pekerjaannya sendiri. Pepohonan yang dulu banyak terlihat di pedesaan pun sudah tak sesegar dulu, apalagi diperkotaan pohon – pohon yang ada sudah terlihat layu dan kering, sangat tidak terawat.
        Kemudian muncul dibenakku untuk membersihkan lingkungan ini , menghentikannya dari ancaman bencana alam yang lebih berat lagi yang akan menelan banyak korban lagi. Mulai dari membuang sampah pada tempatnya, menanam berbagai tanaman yang akan membuat dunia ini terlihat hijau lagi hingga melaksanakan kegiatan gotong royong sesuai dengan jadwal yang sudah ada.
        Secara perlahanpun lingkungan sekitarku menjadi lebih bersih dari sebelumnya yang ada. Lingkungan rumahku pun sudah terlihat sedikit hijau dari yang sebelumnya. Rumahku pun bersih tidak ada sampah yang berserakan yang bisa menimbulkan penyakit. Saat hujan deras, lingkunganku pun sudah terbebas dari banjir. Tidak ada lagi kelaparan, tidak ada lagi kekurangan air bersih , tidak ada lagi kelaparan dan tidak ada lagi yang terserang penyakit.
        Kesadaran masyarakatpun kemudian meningkat akibat melihat apa yang kami lakukan. Pihak yang berwenang pun mengadakan rapat dan kemudian menyusun jadwal gotong royong yang akhirnya disepakati bersama oleh seluruh warga. Guna untuk menghindari alasan – alasan yang ada, maka kamipun menyepakati untuk memberikan sanksi bagi mereka yang tidak ikut melakukan kegiatan gotong royong ini.
        Apa yang kami lakukan pun kami terima pada akhirnya, lingkungan kami bebas dari sampah , bersih dan juga tentram karna bebas dari penyakit. Bukan hanya itu, lingkungan kami ditumbuhi oleh pohon – pohon yang rimbun.
        Hanya saja ada hal yang harus kami sayangkan , yaitu didikan dari orang tua. Hanya sebagian kecil orang tua yang mendidik anaknya untuk membuang sampah pada tempatnya. Padahal itulah yang harus ditanamkan kepada anak kecil sejak ia kecil. Namun peran itu dihilangkan begitu saja. Bukan hanya itu, bahkan adapula orang tua yang bahkan membuang sampah dengan sembarangan.
        Hilangnya kesadaran ini harus ditumbuhkan kembali, lingkungan kita ini harus dilindungi agar bebas dari bencana dan kerusakan alam yang berdampak negatif. Dengan adannya kesadaran ini lingkungan pun pasti akan menjadi sedap untuk dipandang dan ditempati.
        Akibat dari kesadaran inipun, lingkunganku pun sudah menjadi lingkungan yang bersih, terawat, rapi, bebas penyakit dan tentram. Bukan hanya lingkunganku saja , akan tetapi juga rumahku. Keluarga kamipun sehat dan bebas dari penyakit yang sangat merugikan sekali bagi kami semua.

Jumat, 17 Oktober 2014

ragam bahasa



RAGAM BAHASA
Ragam bahasa merupakan variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara,kawan bicara, orang yg dibicarakan,serta menurut medium pembicara. Ragam bahasa yang oleh penuturnya dianggap sebagai ragam yang baik(mempunyai prestise tinggi), yang biasa digunakan di kalangan terdidik, di dalam karya ilmiah (karangan teknis, perundang-undangan), di dalam suasana resmi ( seperti surat dinas) disebut ragam bahasa atau ragam bahsa resmi.
Suatu ragam bahasa, terutama ragam bahasa jurnalistik dan hukum, tidak tertutup kemungkinan untuk menggunakan bentuk kosakata ragam bahasa baku agar dapat menjadi anutan masyarakat pengguna bahasa indonesia. Dalam pada itu perlu yang diperhatikan ialah kaidah tentang norma yang berlaku berkaitan dengan latar belakang pembicaraan (situasi pembicaraan), pelaku bicara dan topik pembicaraan.
Berikut ini ada beberapa macam ragam bahasa indonesia ditinjau dari berbagai sudut.

1.     Ragam bahasa ditinjau dari segi penutur bahasa dan pemakai bahasa.
Ragam bahasa berdasarkan penutur bahasa dapat pula ditinjau dari segi daerah(dialek),pendidikan(misalnya orang yang terpelajar dengan orang yang tidak terpelajar), dan sikap penutur (memperhatikan lawan biacara yang status socialnya tinggi atau orang lebih tua digunakan bahasa yang layak dan sopan).
Ragam bahasa berdasarkan pemakaianya dibagi atas tingkat keresmian, bidang kegiatan,sarana, dan gangguan pencampuran. Setiap kegiatan yang dilakukan ada yang bersifat resmi ada pula yang tidak bersifat resmi. Bahsa yang digunakan dalam kegiatan resmi haruslah ragam resmi pula yang disebut bahasa baku dan kegiatan yang tidak resmi digunakan ragam bahsa nonbaku. Ciri ragam baku ialah tingkat stabilitas yang tinggi tetap luwes, intelektualisasi dan komunikatif.

Ragam bahasa berdasarkan media atau sarana adalah ragam lisan dan ragam tulisan, kedua ragam ini berbeda dalam kelengkapan, kejelasan, dan kecermatan pengungkap ide.berikut perbedaan antara keduanya.
1.      Ragam bahasa lisan
Ragam bahasa lisan adalah bahan yang dihasilkan alat ucap (organ of speech) dengan fonem sebagai unsur dasar. Dalam ragam lisan, kita berurusan dengan tata bahasa, kosakata, dan lafal. Dalam ragam bahasa lisan ini, pembicara dapat memanfaatkan tinggi rendah suara atau tekanan, air muka, gerak tangan atau isyarat untuk mengungkapkan ide.

Ciri-ciri ragam lisan:
·         Memerlukan orang kedua/teman bicara
·         Tergantung situasi,kondisi,ruang, dan waktu
·         Tidak harus memeperhatikan unsur gramatical, hanya perlu intonasi serta bahasa tubuh
·         Berlangsung cepat
·         Sering dapat erlangsug tanpa alat bantu
·         Kesalahan dapat langsung dikoreksi

2.      Ragam bahasa tulis
Ragam bahasa tulis adalah bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya. Dalam ragam tulis, kita berurusan dengan tata cara penulisan (ejaan) di samping aspek tata bahasa dan kosakata. Dengan kata lain dalam ragam tulis, kita dituntut adanya kelengkapan unsur tata bahasa seperti bentuk kata ayaupun susunan kalimat, ketepatan pilihan kata, kebenaran penggunaan ejaan, dan pengguna tanda baca dalam mengungkapkan ide.

Ciri- ciri ragam tulis:
·         Tidak memerlukan orang kedua/teman bicara
·         Tidak tergantung dengan kondisi,ruang serta waktu
·         Harus memperhatikan unsur gramatical
·         Berlangsung lambat
·         Selalu memakai alat bantu
·         Kesalahan tidak dapat langsung dikoreksi

2. ragam bahasa untuk kegiatan ilmiah
Ragam bahasa digunakan untuk kegiatan ilmiah ialah ragam bahasa baku dan sekaligus ilmiah. Dalam kegiatan ilmiah untuk menghindari salah tafsir baik dalam penggunaan ragam bahasa tulis maupun lisan, kelengkapan, kecermatan, dan kejelasan pengungkapan ide harus diperhatikan. Ditinjau dari segi penutur/pemakaian bahasa ragam ilmiah digunakan oleh kelompok masyarakt terpelajar yang cenderung memperhatikan pemakaian bahasa yang baik (sesuai dengan situasi tujuan) dan benar ( sesuai dengan kaidah-kaidah bahasa indonesia baku).
a)      Ciri-ciri ragam bahasa ilmiah
·         Kaidah bahasa indonesia yang digunakan harus benar-benar sesuai dengan kaidah pada indonesia baku, baik kaidah tata ejaan maupun gian tata bahasa
·         Ide yang diungkapkan harus benar sesuai dengan fakta dan dapat diterima akal sehat (logis)
·         Kata yang dipilih memiliki makna sebenarnya (denotatif)

Jadi dapat disimpulkan bahwa unsur kaidah bahasa, pilihan kata, dan ide yang diungkapkan merupakan satu kesatuan yang utuh. Kejelasan dan ketepatan pengungkapkan ide sangat bergantung pada keutuhan tiga unsur tersebut.

b)      Gejala penggunaan bahasa indonesia pada karangan ilmiah
Pada sebagian buku, artikel, dan karangan ilmiah lainya makalah, skripsi, atau tesis masih dijumpai pengguna bahasa indonesia yang kurang memadai. Kesalahan bahasa dijumpai pada berbagai linguistik, baik ejaan ,morfologi, sintaksis, paragraf. Gejala kesalahan dalam pemakaian indonesia pada karangan ilmiah harus diatasi. Sesuai dengan gagasan yang diungkapkan dalam suatu karangan ilmiah yaitu benar,lugas, dan sistematis.



      Bahasa indonesia sebagai bidang ilmu yang diajarkan sejak pendidikan dasar sampai perguruan tinggi, berfungsi sebagai sarana komunikasi ilmiah, sarana penalaran, dan berpikir keritis peserta didik. Oleh karena itu, dalam pertumbuhan dan perkembanganya, bahasa indonesia saling bersinergi dengan perkembangan budaya,ilmu penetahuan, teknologi, dan seni, yang secara otomatis akan memperoleh dampak pertumbuhan dan perkembangan pengetahuan dan teknologi informasi maju.

3.     Ragam bahasa menurut pokok persoalan atau bidang pemakaian

Dalam kehidupan sehari-haribanyak pokok persoalan yang dibicarakan.dalam membicarakan pokok persoalan yang berbeda-beda ini kita pun menggunakan ragam bahasa yang berbeda. Ragam bahasa yang digunakan dalam lingkingan agama berbeda degan bahasa yang digunakan dalam lingkungan kedokteran, hukum, atau pers. Bahasa yang digunakan dalam lingkungan politik, berbeda dengan bahasa yang digunakan dalam lingkungan ekonomi/perdagangan, olahraga,seni, atau teknologi. Ragam bahasa yang digunakan menurut pokok persoalan atau bidang pemakaian ini dikenal pula dengan istilah laras bahasa.
Perbedaan itu tampak dalam pilihan atau pengguna sejumlah kata/peristilahan/ungkapan yang khusus digunakan dalam bidang tersebut, misalnya masjid, gereja, vihara adalah kata-kata yang digunakan dalam bidang agama. Koroner,hipertensi, anemia, digunakan dalam bidang kedokteran. Improvisasi, maestro, kontemporer banyak yang digunakan dalam lingkungan seni. Kalimat dalam undang-undang berbeda dengan kalimat-kalimat sastra, kalimat-kalimat dalam karya ilmiah, kalimat-kalimat koran atau majalah dan lain-lain.

4.     Ragam bahasa berdasarkan penutur

a.       Ragam bahasa berdasarkan daerah
Luasnya pemakaian bahasa dapat menimbulkan perbedaan pemakaian bahasa. Bahasa indonesia yang digunakan oleh orang yang tinggal di jakarta berbeda dengan bahasa indonesia yang tinggal di jawa,bali,dll.masing-masing memiliki ciri khas yang berbeda-beda.
b.      Ragam bahasa berdasarkan pendidikan penutur
Bahasa indonesia yang digunakan oleh kelompok penutur yang berpendidikan berbeda dengan yang tidak berpendididkan, terutama dalam  pelafalan kata yang bersasal dari bahasa asing, misalnya fitnah, kompleks, vitamin, video, film, dan fakultas. Penutur yang tidak berpendidikan mungkin akan mengucapkan pitnah,komplek, pitamin, pideo, pilm, dan pakultas. Perbedaan ini juga terjadi dalam bidang tata bahasa, misalnya mbawa seharusnya membawa, nyari seharusnya mencari. Selain itu bentuk kata dalam kalimat pun sering menanggalkan awalan yang seharusnya dipakai.
c.       Ragam bahasa berdasarkan sikap penutur
Ragam bahasa dipengaruhi juga oleh setiap penutur terhadap kawan biacara atau sikap penulis pembawa sikap itu antara lainresmi, akrab, dan santai. Kedudukan kawan bicara atau penulis juga mempengaruhi sikap tersebut. Misalnya, kita dapat mengamati bahasa seorang bawahan atau petugas ketika melapor kepada atasanya. Jika twerdapat jarak antara penutur dan kawan bicara atau penulis dan pembaca, akan digunakan ragam bahasa resmi atau bahasa baku. Makin formal jarak penutur dan kawan bicara akan makin resmi dan makin tinggi tingkat kebakuan bahasa yang digunakan. Sebaliknya, makin rendah pula tingkat kebakuan bahasa yang digunakan.

Bahasa baku dipakai dalam:
·         Pembicaraan di muka umum, misalnya pidato kenegaraan, seminar, rapat dinas memberikan kuliah/pelajaran
·         Pembicaraan dengan orang yang dihormati, misalnya dengan atasan, dengan guru/dosen, dengan pejabat
·         Komunikasi resmi, misalnya surat dinas, surat lamaran pekerjaan, undang-undang
·         Wacana teknis, misalnya laporan penelitian, makalah, tesis, disertasi

           


     



Jumat, 03 Oktober 2014

tugas 1 bahasa



Nama           : fajar rafsyanjany (12112724)
Kelas           : 2KA22
PENGERTIAN BAHASA
Kehidupan manusia tidak bisa dipisahkan dari bahasa. karena bahasa merupakan salah satu ciri masyarakat. bahasa dapat membentuk budaya. Budaya dipengaruhi oleh bahasa. Dua hal antara budaya dan bahasa. Tidak dapat dipisahkan namun apakah yang dimaksud dengan bahasa?
Bahasa adalah alat komunikasi yang digunakan oleh masyarakat. Alat komunikasi tersebut berupa lambang bunyi serta suara. Suara tersebut dihasilkan oleh alat ucap manusia. Oleh karena itu, jika kita mendengarkan suara kucing yang “mengeong” pada kucing lain tidak bisa disebut sebagai bahasa. Itu karena suara tidak dihasilkan oleh alat ucap manusia.
Bahasa menggunakan alat ujar. Dan pemaknaan adalah dua hal penting dalam bahasa. Setiap hari anda menggunakan bahasa. Misalnya saja anda sedang bercakap cakap maka sama saja anda menggunakan bahasa sebagai bunyi dan alat ujar.
Bunyi mempunyai makna getaran yang dapat merangsang alat pendengar. Sedangkan makna mempunyai arti kandungan yang dapat diambil dari bunyi yang didengar. Bunyi dan makna dalam bahasa ini tidak bisa dipisahkan. Jika dipisahkan, fungsi bahasa menjadi tidak maksimal. Sebagai contoh anda memperhatikan orang bisu yang sedang berusaha berbicara. Berhubung ia tidak bisa mengeluarkan suara dari pita suarany. Kita pun tidak bisa memaknai apa yang telah diucapkanya. Contoh lain yakni ketika kita berada di suatu tempat asing. Kita mampu menangkap suara. Namun kita tidak bisa mengartikanya.
BENTUK DAN MAKNA BAHASA
            Bahasa merupakan alat komunikasi masyarakat. Bahkan terdiri dari dua bagian, yakni ujaran dan makna. Untuk selanjutnya, ujaran di dalam bahasa disebut dengan bentuk dan makna kata dalam bahasa disebut makna isi.
            Bentuk dari bahasa adalah ujaran apapun yang mampu ditangkap oleh indera manusia. Bantuk dari bahasa dibedakan menjadi dua, yakni bentuk dari hasil mendengar hasil membaca. Bentuk dari hasil mendengar yakni kita bercakap cakap. Apa yang kita dengar dan mampu kita tangkap adalah bentuk dari bahasa. Sedangkan bentuk bahsa yang bersala dari membaca yakni ketika kita membaca buku, koran, majalah, dll.
            Pada dasarnya bentuk bahasa dibagi mejadi dua, yakni unsur segmental dan unsur suprasegmental. Unsur segmental adalah bagian dari bahsa dan bisa dibagi menjadi bagian atau segmen-segme. Sedangkan unsur suprasegmental adalah unsur yang kehadiranya tergantung dari kehadiran unsur segmental.
            Unsur segmental dalam bahasa bisa berbrntuk kata atau kalimat dalam bentuk kata dan kalimat secara otomatis akan terbentuk makna. Sedangkan unsur suprasegmental terdiri dari tekanan, nada, tempo, jeda.
            Untuk membedakan ana=tara unsur segmental dan unsur suprasegmental, perhatikanlah contoh dibawah ini.
1)      Ia menangis. (berita)
2)      Ia menangis? (pertanyaan)
3)      Ia menangis! (seruan)
Dari ketiga contoh diatas, unsur segmentalnya terdiri dari dua kata, yakni ia dan menangis.Unsur segmental yang ada pada tiga contoh di atas adalah penekanan atau intonasi ketika ketiga kalimat sederhana tersebut diucapkan. Tanda baca titik (.), tanda tanya (?), tanda seru (!). ketiga tanda baca tersebut membuat pengucapan berbeda.
Unsur segmental dan suprasegmental juga terlihat ketika seseorang sedang membaca puisi. Dalam pembacaan puisi pasti ada jeda, intonasi, tekanan, dll. Selain itu, unsur segmental dari suprasegmental juga dihasilkan ketika kita bercakap-cakap.
Selain itu bahasa mempunyai makna. Makna terkandung dalam setiap bentuk yang ada dalam bahasa. Makna kata di dalam bahasa tergantung dari konteks. Konteks bahasa sangat berpengaruh terhadap makna. Satu kata yang sama, jika diletakkan pada dua konteks yang berbeda, maka akan menghasilkan makna kata yang berbeda.
C.FUNGSI BAHASA
Secara umum, fungsi bahasa adalah sebagai alat komunikasi tanpa bahasa manusia todak dapat berkomunikasi. Secara umum fungsi bahasa yakni sebagai berikut.
1.      Bahasa digunakan dalam hubungan sehari hari antar anggota masyarakat
Ketika anda berbicara dengan orang tua, kakak, adik, rekan kerja, berarti kita telah melakukan fungsi bahasa untuk menjalin hubungan dengan anggota masyarakat. Fungsi ini adalah fungsi yang paling sederhana dan paling banyak dilakukan. Ketika anda di jalan bertemu degan tetangga dan kemudian menyapanya. Sama aja anda telah menjalan fungsi bahasa yang pertama fungsi bahasa yang pertama ini adalah paling umum digunakan.

2.      Bahasa digunakan untuk memuaskan rasa keindahan manusia
Pernahkah anda melihat pembacaan puisi? Pembacaan puisi merupakan fungsi bahasa untuk memperoleh rasa kepuasan akan nilai keindahan. Setiap  manusia dapat menggunakan bahasa untuk memperoleh rasa kepuasan akan nilai keindahan. Setiap manusia dapat menggunakan bahasa untuk memperoleh rasa keindahan.

3.      Bahasa dalam bidang ilmu pengetahuan
Setiap ilmu pengetahuan biasanya mempunyai bahasa atau istilah sendiri. Untuk menguasai ilmu pengetahuan dalam bidang tertentu tersebut memerlukan bahasa.

4.      Bahasa digunakan dalam penelitian sejarah
Bahasa tidak bisa dipisahkan dari sejarah. Bahasa adalah bagian dari sejarah itu sendiri. Bahasa bisa dimanfaatkan untuk mengungkap sejarah di masa lalu. Oleh karena itu, bahasa juga mempunyai fungsi di dalam mempelajari naskah-naskah lama.

            Fungsi diatas adalah fungsi umum dan semua orang yang ada di dunia ini bisa menggunakanya. Selanjutnya fungsi bahasa yang dimaksud adalah fungsi secara khusus yang berkaitan dengan negara indonesia.

            Fungsi lain dari bahasa berkaitan dengan fungsinya sebagai bahasa nasional republik indonesia. Fungsi tersebut seperti yang dikemukkan oleh Dr.Groys Keraf dalam bukunya yang berjudul tata bahasa indonesia. Inti dari fungsi bahasa jika dikaitkan sebagai bahasa republik indonesia.inti dari fungsi bahasa jika dikaitkan sebagai bahasa Republik Indonesia, yakni sebagai berikut.
                                                
·         Bahasa digunakan sebagai alat untuk menjalankan administrasi negara
Fungsi bahasa sebagai alat untuk menjalankan administrasi negara jelas terlihat pada aktivitas negara. Semua surat yang dikeluarkan, surat masuk, UUD, keputusan menteri, dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi negara menggunakan bahsa indonesia.

·         Bahasa digunakan sebagai alat pemersatu bangsa
Anda tentu sudah tahu bahwa indonesia terdiri dari pulau yang membentang dari timur ke barat.dengan keadaan indonesia yang berupa kepulauaan,maka bahasa daerah tumbuh subur.

·         Bahasa indonesia digunakan sebagai sarana untuk menampung kebudayaan baru
Kebudayaan yang masih baru, tentu saja sulit dimengerti oleh masyarakat, padahal keberadaan yang baru tersebut perlu diperkenalkan kepada masyarakat. Kebudayaan baru tersebut adalah kebudayaan yang diharapkan memperkaya bangsa tanpa meninggalkan budaya-budaya lama.

BAHASA RESMI

Bahasa indonesia adalah bahasa resmi,bahasa indonesia digunakan dalam berbagai kegiatan resmi, perundangan, pertemuan resmi, dll. Sebagian besar negara memiliki dua bahasa resmi, misalnya hongkong.
Sebagai bahasa resmi, kedudukan bahasa indonesia tentu saja berbeda dengan bahasa lain yang ada di indonesia. Walau indonesia mempunyai banyak bahasa daerah, namun hanya memiliki satu bahasa resmi yakni bahasa indonesia.berikut ini adalah alasan kenapa indonesia sebagai bahasa resminya.

Ø  Bahasa indonesia sebagai bahasa resmi negara indonesia mempunyai dasar bahasa melayu.
Bahasa melayu sendiri sudah banyakdikenal di nusantara. Ini membuat masyarakt yang tersebar di seluruh nusantara bisa dengan mudah dan dapat dipahami. Kelebihan inilah yang kemudian membuat bahasa melayu dijadikan dasar bahasa indonesia.

Ø  Struktur bahasa indonesia mudah diterima dan mudah menerima bangsa lain dari luar
Salah satu bukti bahwa bahasa indonesia mudah menerima bahasa lain, yakni adanya kata-kata serapan. Kata-kata serapan dari luar kemudian dijadikan bahasa baku di indonesia. Tidak heran jika bahasa indonesia banyak menyerap bahasa-bahsa lain.

Ø  Pengaruh politik
Sudah diketahui bersama jika bangsa indonesia susah payah merebut kemerdekaan dari belanda dan jepang. Hal ini ada kaitanya dengan penentuan bahasa resmi. Indonesia tidak ingin menggunakan bahasa jepang atau belanda sebagai bahasa resmi. Pengaruh ini juga bisa dinamakan pengaruh politik pemerintah indonesia.