Ø Hipotesis adalah
jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian. Dikatakan sementara
karena, jawaban yang diberikan melalui hipotesis baru didasarkan teori, dan
belum menggunakan fakta. Hipotesis memungkinkan kita menghubungkan teori dengan
pengamatan, atau pengamatan dengan teori. Hipotesis mengemukakan pernyataan
tentang harapan peneliti mengenai hubungan-hubungan antara variabel-variabel
dalam persoalaan.
Ø Fungsi dari hipotesis adalah:
·
Memberikan
penjelasan tentang gejala-gejala serta memudahkan perluasan pengetahuan dalam
suatu bidang.
·
Mengemukakan
pernyataan tentang hubungan dua konsep yang secara langsung dapat diuji dalam
penelitian.
·
Memberikan
arah penelitian.
·
Memberi
kerangka pada penyusunan kesimpulan penelitian.
Ø
Jenis-jenis
Hipotesis :
1.
Hipotesis dilihat dari kategori rumusannya
Dibagi menjadi dua bagian yaitu hipotesis
nihil yang biasa disingkat dengan Ho (2) dan hipotesis alternatif biasanya
disebut hipotesis kerja atau disingkat Ha.
·
Hipotesis nihil (Ho) yaitu hipotesis yang menyatakan tidak ada hubungannya atau pengaruh
antara variabel dengan variabel lain. Contohnya: Tidak ada hubungan antara
tingkat pendidikan orang tua dengan prestasi belajar siswa SD.
·
Hipotesis alternatif (Ha) adalah hipotesis yang menyatakan adanya hubungan atau
pengaruh antara variabel dengan variabel lain. Contohnya: Ada hubungan antara
tingkat pendidikan orang tua dengan prestasi belajar siswa SD.
Hipotesis alternatif ada dua macam:
·
Hipotesis
terarah adalah hipotesis yang diajukan oleh peneliti, dimana
peneliti sudah merumuskan dengan tegas yang menyatakan bahwa variabel
independen memang sudah diprediksi berpengaruh terhadap variabel dependen.
Misalnya: Siswa yang diajar dengan metode inkuiri lebih tinggi prestasi
belajarnya, dibandingkan dengan siswa yang diajar dengan menggunakan metode
curah pendapat.
·
Hipotesis tak terarah adalah hipotesis yang diajukan dan dirumuskan oleh
peneliti tampak belum tegas bahwa variabel independen berpengaruh terhadap
variabel dependen. Fraenkel dan Wallen (1990:42) menyatakan bahwa hipotesis tak
terarah itu menggambarkan bahwa
peneliti tidak menyusun prediksi secara
spesifik tentang arah hasil penelitian yang akan dilakukan.
Contoh: Ada perbedaan pengaruh penggunaan
metode mengajar inkuiri dan curah pendapat terhadap prestasi belajar siswa.
2.
Hipotesis dilihat dari sifat variabel yang akan diuji.
Dilihat
dari sifat yang akan diuji, hipotesis penelitian dapat dibedakan menjadi dua
macam, yaitu
·
Hipotesis tentang
hubungan yaitu hipotesis yang menyatakan tentang saling hubungan antara dua
variabel atau lebih, mengacu ke penelitian korelasional. Hubungan antara
variabel tersebut dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu hubungan yang sifatnya
sejajar tidak timbal balik,hubungan yang sifatnya sejajar timbal balik, dan hubungan
yang menunjuk pada sebab akibat tetapi timbal balik.
·
Hipotesis tentang
perbedaan
yaitu hipotesis yang menyatakan perbedaan
dalam variabel tertentu pada kelompok yang berbeda. Hipotesis tentang perbedaan
ini mendasari berbagai penelitian komparatif dan eksperimen.
Contoh (1): Ada perbedaan pretasi belajar
siswa SMA antara yang diajar dengan metode ceramah + tanya jawab (CT) dan
metode diskusi (penelitian eksperimen).
Contoh (2): Ada perbedaan prestasi belajar
siswa SMA antara yang berada di kota dan di desa (penelitian komparatif).
3.
Jenis Hipotesis yang dilihat dari keluasan atau lingkup
variabel yang diuji.
Ditinjau dari keluasan dan lingkupnya,
hipotesis dapat dibedakan menjadi hipotesis mayor dan hipotesis minor.
·
Hipotesis mayor
adalah hipotesis yang mencakup kaitan seluruh variabel dan seluruh objek
penelitian Contoh: Hipotesis Mayor
“Ada hubungan antara keadaan sosial ekonomi
(KSE) orang tua dengan prestasi belajar siswa SMP”.
·
hipotesis minor adalah hipotesis yang terdiri
dari bagian-bagian atau sub-sub dari hipotesis mayor (jabaran dari hipotesis
mayor).
Contoh: Hipotesis Minor.
1. Ada hubungan antara tingkat pendidikan
orang tua dengan prestasi belajar siswa SMP.
2. Ada hubungan antara pendapatan orang tua
dengan prestasi belajar siswa SMP.
3. Ada hubungan antara kekayaan orang tua
dengan prestasi belajar siswa SMP.
Hipotesis
Hipotesis adalah penjelasan sementara tentang tingkah laku, gejala-gejala, atau
kejadian tertentu yang telah terjadi atau yang akan terjadi. Suatu hipotesis
adalah pernyataan masalah yang spesifik. Karakteristik hipotesis yang baik
adalah: dapat diteliti, menunjukkan hubungan antara variable-variabel, dapat diuji,
mengikuti temuan-temuan penelitian terdahulu.
Ø Karakteristik
Hipotesis yang Baik
Sebuah hipotesis atau dugaan sementara yang
baik hendaknya mengandung beberapa hal. Hal – hal tersebut diantaranya :
·
Hipotesis harus
mempunyai daya penjelas
·
Hipotesis harus
menyatakan hubungan yang diharapkan ada di antara variabel-variabel-variabel.
·
Hipotesis harus
dapat diuji
·
Hipotesis
hendaknya konsistesis dengan pengetahuan yang sudah ada.
·
Hipotesis
hendaknya dinyatakan sesederhana dan seringkas mungkin.
Berikut ini beberapa penjelasan mengenai Hipotesis
yang baik :
ü Hipotesis harus menduga
Hubungan diantara beberapa variable
Hipotesis harus dapat menduga hubungan
antara dua variabel atau lebih, disini harus dianalisis variabel-variabel yang
dianggap turut mempengaruhi gejala-gejala tertentu dan kemudian diselidiki
sampai dimana perubahan dalam variabel yang satu membawa perubahan pada
variabel yang lain.
ü Hipotesis harus Dapat Diuji
Hipotesis harus dapat di uji untuk dapat
menerima atau menolaknya, hal ini dapat dilakukan dengan mengumpulkan data-data
empiris.
ü Hipotesis harus konsisten
dengan keberadaan ilmu pengetahuan-
Hipotesis tidak bertentangan dengan
pengetahuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam beberapa masalah, dan
terkhusus pada permulaan penelitian, ini harus berhati-hati untuk mengusulkan
hipotesis yang sependapat dengan ilmu pengetahuan yang sudah siap ditetapkan
sebagai dasar. Serta poin ini harus sesuai dengan yang dibutuhkan untuk
memeriksa literatur dengan tepat oleh karena itu suatu hipotesis harus
dirumuskan bedasar dari laporan penelitian sebelumnya.
ü Hipotesis Dinyatakan Secara
Sederhana
Suatu hipotesis akan dipresentasikan
kedalam rumusan yang berbentuk kalimat deklaratif, hipotesis dinyatakan secara
singkat dan sempurna dalam menyelesaikan apa yang dibutuhkan peneliti untuk
membuktikan hipotesis tersebut.
Ø MENGUJI HIPOTESIS
Suatu hipotesis harus dapat
diuji berdasarkan data empiris, yakni berdasarkan apa yang dapat diamati dan
dapat diukur. Untuk itu peneliti harus mencari situasi empiris yang memberi
data yang diperlukan. Setelah kita mengumpulkan data, selanjutnya kita harus
menyimpulkan hipotesis , apakah harus menerima atau menolak hipotesis. Ada
bahayanya seorang peneliti cenderung untuk menerima atau membenarkan
hipotesisnya, karena ia dipengaruhi bias atau perasangka. Dengan menggunakan
data kuantitatif yang diolah menurut ketentuan statistik dapat ditiadakan bias
itu sedapat mungkin, jadi seorang peneliti harus jujur, jangan memanipulasi
data, dan harus menjunjung tinggi penelitian sebagai usaha untuk mencari
kebenaran.
Hasil suatu penelitian pada
hakikatnya adalah suatu jawaban atas pertanyaan penelitian yang telahdirumuskan
di dalam perencanaan penelitian. Untuk mengarahkan kepada hasil penelitian ini
dalam perencanaan penelitian perlu dirumuskan jawaban sementara dari penelitian
ini.
Jawaban sementara dari suatu penelitian ini biasanya disebut hipotesis. Jadi
hipotesis di dalam suatu penelitianr berarti jawaban sementara penelitian,
patokan juga, atau dalil sementara yang kebenarannya akan dibuktikan dalam
penelitian tersebut. melalui pembuktian dari hasil penelitian, maka hipotesis
ini dapat benar atau salah, dapat diterima atau ditolak.
Kesimpulan yang diperoleh dari
pembuktian atau analisis dari dalam menguji rumusan jawaban sementara atau
hipotesis itulah akhir suatu penelitian. Hasil akhir penelitian ini disebut
juga kesimpulan penelitian, generalisasi atau dalil yang berlaku umum, walaupun
pada taraf tertentu hal tersebut mempunyai perbedaan tingkatan sesuai dengan
tingkat kemaknaan (significantcy) dari hasil analisis statistik. Hasil
pembuktian hipotesis atau hasil akhir penelitian ini juga sering disebut
thesis.
Hipotesis ditarik dari
serangkaian fakta yang muncul sehuhubungan dengan masalah yang diteliti. Dari
fakta dirumuskan hubungan antara satu dengan yang lain dan membentuk suatu
konsep yang merupakan abstraksi dari hubungan antara berbagai fakta.
Hipotesis sangat penting bagi suatu penelitian karena hipotesis ini maka
penelitian diarahkan. Hipotesis dapat membimbing (mengarahkan) dalam
pengumpulan data.
§
Secara garis
besar hipotesis dalam penelitian mempunyai peranan sebagai berikut:
1. Memberikan batasan dan memperkecil jangkauan penelitian.
2. Memfokuskan perhatian dalam rangka pengumpulan data.
3. Sebagai panduan dalam pengujian serta penyesuaian dengan fakta atau data.
4. Membantu mengarahkan dalam mengidentifikasi variabel-variabel yang akan
diteliti (diamati).
Dari hipotesis peneliti menarik kesimpulan dalam
bentuk yang masih sementara dan harus dibuktikan kebenarannya (hipotesis)
sebagai titik tolak atau arah dari pelaksanaan penelitian.
§ Memperoleh fakta untuk perumusan hipotesis dapat
dilakukan antara lain dengan:
1. Memperoleh sendiri dari sumber aslinya, yaitu dari pengalaman langsung di
lapangan, rumah sakit, Puskesmas, atau labotarium. Dalam mengemukakan fakta ini
kita tidak berusaha untuk melakukan perubahan atau penafsiran dari keaslian
fakta yang diperoleh.
2. Fakta yang diidentifikasi dengan cara menggambarkan atau menafsirkannya dari
sumber yang asli, tetapi masih berada di tangan orang yang mengidentifikasi
tersebut, sehingga masih dalam bentuknya yang asli.
3. Fakta yang diperoleh dari orang yang mengidentifikasi dengan jalan
menyusunnya dalam bentuk penalaran abstrak, yang sudah merupakan simbol
berpikir sebagai generalisas; dari hubungan antara berbagai fakta atau
variabel.
Fakta adalah sangat penting dalam
penelitian, terutama dalam perumusan hipotesis. Sebab, hipotesis merupakan
kesimpulan yang ditarik berdasarkan fakta yang ditemukan. Hal ini berarti
sangat berguna untuk dijadikan dasar membuat kesimpulan penelitian. Meskipun
hipotesis ini sifatnya suatu ramalan, tetapi bukan hanya sekadar ramalan sebab,
hipotesis ditarik dari dan berdasarkan suatu hasil serta Problematik yang
timbul dari penelitian pendahuluan dan hasil pemikiran yang logis dan rasional.
Hipotesis juga dapat dirumuskan dari teori ilmu pengetahuan yang berhubungan
dengan masalah yang diteliti.
§ Bentuk Rumusan Hipotesis
Pada hakikatnya hipotesis adalah sebuah pernyataan tentang hubungan yang
diharapkan antara dua variabel atau lebih yang dapat di uji secara empiris.
Biasanya hipotesis terdiri dan pernyataan terhadap adanya atau tidak adanya
hubungan antara dua variabel, yaitu variabel bebas (independent variable) dan
variabel terikat dependent variabel. Variabel bebas ini merupakan variabel
penyebapnya atau variabel pengaruh, sedang variabel terikat merupakan variabel
akibat atau variabel terpengaruh.
Contoh sederhana :
Merokok adalah penyebab penyakit kanker paru-paru paru. Di dalam contoh ini
merokok adalah variabel yaitu variabel independen (penyebabnya), sedangkan
kanker paru-paru merupaksn variabel dependen atau akibatnya.
Seperti telah diuraikan di atas, bahwa hipotesis adalah suatu simpulan
sementara atau jawaban sementara dari suatu penelitian sebab itu hipotesis
harus mempunyai landasan teoretis, bukan hanya sekadar suatu dugaan yang tidak
mempunyai landasan ilmiah, melainkan lebih dekat kepada suatu kesimpulan.
Ø Ciri-ciri suatu hipotesis antara lain sebagai berikut:
·
Hipotesis hanya
dinyatakan dalam bentuk pernyataan (statement) bukan dalam bentuk kalimat
tanya.
·
Hipotesis harus
tumbuh dari ilmu pengetahuan yang diteliti. Hal ini berarti bahwa hipotesis
hendaknya berkaitan dengan lapangan ilmu pengetahuan yang sedang atau akan
diteliti.
·
Hipotesis harus
dapat diuji, Hal ini berarti bahwa suatu hipotesis harus mengandung atau terdiri
dari variabel-variabel yang diukur dan dapat dibanding-bandingkan. Hipotesis yang
tidak jelas pengukuran variabelnya akan sulit mencapai hasil yang objektif
Hipotesis harus sederhana dan terbatas. Artinya hipotesis yang tidak
menimbulkan perbedaan-perbedaan, pengertian, serta tidak terlalu luas sifatnya.Agar
dapat merumuskan hipotesis yang memenuhi kriteria tersebut perlu
dipertimbangkan berbagai hal antara lain yang terpenting adalah teknik yang
akan digunakan dalam menguji rumusan hipotesis yang dibuat. Apabila suatu
teknik tertemu dalam rumusan hipotesis ditetapkan, maka bentuk rumusan
hipotesis yang dibuat dapat digunakan dalam penelitian.
daftar pustaka: